-->

Artikel Terbaru

Tentang Cinta Sang Bedebah

Tentang Cinta Sang Bedebah
Tentang Cinta Sang Bedebah
Tentang Cinta Sang Bedebah

RoniLeak.Me Tentang cinta sang bedebah - Sejenak berhenti untuk memikirkan segalanya saat aroma kopi hitam telah merasuk ke dalam jiwa, memberikan ketenangan dan melupakan tentang kisah-kisah yang selalu menganggu langkah pikiran. Mari sruputt terlebih dahulu kopi hitamnya kawan.. Mantapp..

Aku kembali teringat pada suatu pertanyaan ketika harapan baru saja akan dimulai. Dengan perlahan dan tiba-tiba mengehentak laju angan, aroma tak ternilai pun menjadi tak dapat lagi untuk dirasakan.

Apa yang harus kulakukan agar bisa melupakan pertanyaan bodoh itu? Pertanyaan yang dapat membuat kekecawaan tampak jelas hadir di setiap langkah-langkah. Pertanyaan yang memberikan kepedihan dari luka hati dan pikiran.

Seharusnya aku bisa mengatakan.. Bahwa senyuman tak bisa untuk digantikan.. Dan juga sebenarnya tak ada keinginan sedikitpun menciptakan perbedaan yang tidak pernah ingin agar merasakannya...

Namun tetap saja kekhawatiran membuatku bingung akan apa yang harus dilakukan oleh sang bedebah, terhadap perasaan cinta tulus nan suci ini.

Sebuah tanya sudah diberikan sebagai dari tanda tindakan yang tak pernah dapat dilupakan, berharap dapat terus bersama mengukir di dalam indahnya waktu. Meskipun aku tidak berpikir betapa mengerikannya dikala itu, namun yang pasti aku mengetahui bahwa suasana bisa dengan mudah untuk ditaklukan. Karena tetap terus mencoba merupakan hal yang sudah pernah kita janjikan.

Waktu yang begitu cepat berganti.. Mengubah apapun itu yang dihadapi, memberikan dan menghilangkan sesuatu yang masih belum pasti. Waktu begitu tak ingin berpihak kepadaku.

Dalam situasi yang tak dikira ketika senja menemani menghabiskan kopi hitam ini, tanpa sadar seolah tubuh ingin memberitahukan sesuatu yang pasti untuk diketahui. Tak ingin sebenarnya meninggalkan teman-teman yang setia berada disisiku saat itu, akan tetapi aku harus bisa terus melangkah.

Benar ternyata.. Rasa kecewa menjadi semakin kuat dan memenuhi pada setiap aliran hembusan nafas.. Sontak saja aku merasa sangat bersalah, dengan bangga aku menodai diriku dengan sebutan bedebah. Bersusah payah memberikan upaya agar bisa menciptakan rasa cinta dari sang bedebah..

Keadaan dengan cepat menjadi berubah..
Perasaan pun menghilang ikut terbang terbawa laju arus..
Hingga membuat harapan menjadi sirna..

Kemudian kembali teringat tentang pertanyaan yang selalu membayangi, dengan lantang dan tegas aku menjawab semuanya.. Lalu melangkah pergi dan berlari saat air mata mulai terasa ingin jatuh membasahi bumi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

{x}

Untuk menutup,Klik Tombol x di atas 2x